Letak dan Luas Indonesia

Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.446 pulau dengan luas wilayah 1.922.570 km² dan perairan seluas 3.257.483 km².  Letak Indonesia dapat dilihat dari 3 tinjauan, yaitu :


Letak Astronomis

Letak astronomis adalah letak tempat berkaitan dengan garis lintang dan garis bujur. Secara astronomis, wilayah Indonesia terletak diantara 6 LU - 11 LS, dan 95 BT – 141BT.

Berbagai pengaruh yang ada oleh letak astronomis tersebut adalah sebagai berikut :

Hanya memiliki dua jenis musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau

Memiliki curah hujan dan kelembaban tinggi, akibatnya Indonesia memiliki hutan hujan tropis.

Pemanasan matahari berlangsung sepanjang tahun

Panjang waktu siang dan malam relatif sama dan tetap sepanjang tahun.

Memiliki tiga daerah pembagian waktu.


Letak Geografis

Letak geografis adalah letak suatu wilayah ditinjau dari kenyataannya dimuka bumi. Letak tersebut berkaitan dengan posisi relatif suatu wilayah terhadap wilayah lain di sekitarnya. Letak geografis dipengaruhi letak astronomis. ]

Indonesia berada diantara dua benua, yakni benua Asia dan benua Australia, serta berada diantara dua Samudera, yakni samudera Hindia dan samudera Pasifik.

Dengan demikian, Indonesia berada diposisi silang dunia ( world cross position). Pada posisi tersebut, Indonesia menjadi jalur lalulintas dunia. Itulah sebabnya mengapa Indonesia dianggap mempunyai posisi strategis.

Letak geografis Indonesia memberikan pengaruh sebagai berikut :

Indonesia dipengaruhi angin muson sehingga musim berganti tiap enam bulan sekali

Indonesia berada pada pertemuan jalur pegunungan muda, akibatnya banyak gunung berapi, rawan gempa dan kaya bahan tambang.

Posisi diantara dua samudera dan benua menjadikan Indonesia sebagai jalur lalulintas perdagangan internasional.

Posisi di antara dua benua membuat Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna, serta keuntungan politisnya.

 

 

Letak Geologis


Letak geologis adalah letak suatu daerah atau negara berdasarkan keadaan batuan-batuan yang terdapat pada tubuh bumi. Letak geologis wilayah Indonesia adalah sebagai berikut :

Indonesia merupakan bagian dari dua buah rangkaian pegunungan besar di dunia yaitu rangkaian pegunungan Mediterania ( pegunungan bagian barat yang melewati Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, sampai ke pulauan Banda), dan rangkaian pegunungan sirkum Pasifik ( pegunungan bagian timur yang melewati Kalimantan dan Sulawesi )

Indonesia dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.

Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan, yaitu dangkalan Sunda, dangkalan Sahul, dan daerah laut pertengahan Australia Asiatis.

 

Dampak dari letak geologis Indonesia tersebut, antara lain sebagai berikut :

Indonesia memiliki banyak gunung berapi

Wilayah Indonesia termasuk daerah yang labil dan sering mengalami gempa bumi tektonik dan vulkanik

Di dalam perut bumi wilayah Indonesia terdapat banyak kandungan bahan tambang, seperti minyak bumi, emas, timah, bauksit, dan batu bara.

Pegunungan di Indonesia merupakan rangkaian pegunungan muda Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik

Laut di bagian Indonesia barat dan lndonesia timur dangkal, di Indonesia tengah lautnya dalam



Bisa juga membaca materi lengkapnya di Buku Paket Mata Pelajaran IPS klik disini 


Continue reading Letak dan Luas Indonesia

Profil Negara-negara ASEAN

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi yang didirikan oleh Negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada tanggal 8 Agustus 1967 di Kota Bangkok (Thailand) dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan kebudayaan Negara-negara anggotanya, menjaga stabilitas dan perdamaian serta memberikan kesempatan kepada anggota-anggotanya untuk membahas perbedaan dengan damai . Pada awal pembentukan ASEAN, jumlah anggota ASEAN adalah 5 Negara yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura dan Filipina. Kelima Negara tersebut juga merupakan pendiri ASEAN. Dalam bahasa Indonesia, ASEAN disebut juga dengan PERBARA atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara.

Pada Tanggal 7 Januari 1984, Brunei Darussalam bergabung menjadi Anggota ASEAN yang ke-6. Negara-negara Asia Tenggara lainnya juga bergabung menjadi Anggota ASEAN seperti Vietnam (bergabung pada tanggal 28 Juli 1995), Laos dan Myanmar (bergabung pada tanggal 23 Juli 1997) kemudian pada tanggal 16 Desember 1998 Kamboja juga ikut bergabung ke dalam Organisasi ASEAN.

Saat ini, Anggota ASEAN telah bertambah menjadi 10 Negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.

INDONESIA

 

Ibukota : Jakarta

Luas Wilayah : 1.904.569 km2

Jumlah Penduduk : 267.026.366 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa : Indonesia

Mata Uang : Rupiah (IDR)

Hari Kemerdekaan : 17 Agustus 1945

Lagu Nasional : Indonesia Raya

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

 

Malaysia

 

Ibukota : Kuala Lumpur

Luas Wilayah : 329.847 km2

Jumlah Penduduk : 32.652.083 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa : Melayu

Mata Uang : Ringgit (MYR)

Hari Kemerdekaan : 31 Agustus 1957 (dari Inggris)

Lagu Nasional : Negaraku

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

 

Thailand

 

Ibukota : Bangkok

Luas Wilayah : 513.120 km2

Jumlah Penduduk : 68.977.400 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa : Thai

Mata Uang : Baht (THB)

Hari Kemerdekaan : – (tidak pernah dijajah oleh Negara lain)

Lagu Nasional : Phleng Chat Thai (National Anthem of Thailand)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

 

Filipina

 

Ibukota : Manila

Luas Wilayah : 300.000 km2

Jumlah Penduduk : 109.180.815 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa : Filipino (Tagalog) dan Inggris

Mata Uang : Peso (PHP)

Hari Kemerdekaan : 12 Juni 1898 (dari Spanyol)

Lagu Nasional : Lupang Hinirang (Chosen Land)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

 

Singapura

 

Ibukota : Singapura

Luas Wilayah : 697 km2

Jumlah Penduduk : 6.209.660 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa : Inggris, Melayu, Mandarin dan Tamil

Mata Uang : Dolar Singapura (SGD)

Hari Kemerdekaan : 9 Agustus 1965 (dari Federasi Malaysia)

Lagu Nasional : Majulah Singapura

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (negara pendiri)

 

Brunei Darussalam

 

Ibukota : Bandar Seri Begawan

Luas Wilayah : 5.765 km2

Jumlah Penduduk : 464.478 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa Resmi : Melayu

Mata Uang : Dolar Brunei (BND)

Hari Kemerdekaan : 1 Januari 1984 (dari Inggris)

Lagu Nasional : Allah Peliharakan Sultan

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 7 Januari 1984

 

Vietnam

 

Ibukota : Hanoi

Luas Wilayah : 331.210 km2

Jumlah Penduduk : 98.721.275 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa  Resmi : Vietnam

Mata Uang : Dong (VND)

Hari Kemerdekaan : 2 September 1945 (dari Prancis)

Lagu Nasional : Tien quan ca (The Song of the Marching Troops)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 28 Juli 1995

 

Laos

 

Ibukota : Vientiane

Luas Wilayah : 236.800 km2

Jumlah Penduduk : 7.447.396 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa Resmi : Lao

Mata Uang : Kip Laos (LAK)

Hari Kemerdekaan : 19 Juli 1949 (dari Prancis)

Lagu Nasional : Pheng Xat Lao (Hymn of the Lao People)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 23 Juli 1997

 

Myanmar (Burma)

 

Ibukota : Rangoon (Yangon); Naypyidaw (Ibukota administrasi)

Luas Wilayah : 676.578 km2

Jumlah Penduduk : 56.590.071 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa Resmi : Myanmar

Mata Uang : Kyat Myanmar (MMK)

Hari Kemerdekaan : 4 Januari 1948 (dari Inggris)

Lagu Nasional : Kaba Ma Kyei (Till the End of the World, Myanmar)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 23 Juli 1997

 

Kamboja

 

Ibukota : Phnom Penh

Luas Wilayah : 181.035 km2

Jumlah Penduduk : 16.926.984 jiwa (estimasi Juli 2020)

Bahasa  Resmi : Khmer

Mata Uang : Riel Kamboja (KHR)

Hari Kemerdekaan : 9 Nopember 1953 (dari Prancis)

Lagu Nasional : Nokoreach (Royal Kingdom)

Tanggal Bergabung dengan ASEAN : 16 Desember 1998

 


Bisa juga membaca materi lengkapnya di Buku Paket Mata Pelajaran IPS klik disini 

Setelah membaca materi bisa mengerjakan soal latihan klik disini

Continue reading Profil Negara-negara ASEAN

Soal/Tugas Mapel IPS Bab 1 Kelas VIII Tahun Pelajaran 20/21 MTsN 1 Kota Semarang

Hallo anak-anak didik MTsN 1 Kota Semarang kembali bertemu lagi dalam Mata Pelajaran IPS Kelas VIII yang diampu oleh  Bapak Mohkhamad Alimul Hakim, S.E, berikut kami berikan soal/tugas untuk mengasah pengetahuan kalian semua setelah membaca materi yang telah dibagikan, kalian bisa menjawab soal melalui link di bawah  :

Perhatikan langkah-langkah mengerjakan soal di bawah:
👉🏻 klik link dibawah, kemudian  kalian akan diarahkan ke google form 👉🏻 baca perintah yang ada kemudian kerjakan soal dengan teliti 👉🏻 kalau sudah menyelesaikan cek kembali pekerjaan anda anda kemudian klik kirim, jangan lupa 👉🏻 cek nilai yang kamu dapatkan. Selamat Mengerjakan :) 


Buat anak-anak, Semangat Belajar IPS!!!

yang mau membaca/mendownload buku Mapel IPS klik disini 

JANGAN LUPA SELALU BELAJAR KAPANPUN DAN DIMANAPUN 😊
Continue reading Soal/Tugas Mapel IPS Bab 1 Kelas VIII Tahun Pelajaran 20/21 MTsN 1 Kota Semarang

Soal/Tugas Mapel IPS Bab 1 Kelas VII Tahun Pelajaran 20/21 MTsN 1 Kota Semarang

Hallo anak-anak didik MTsN 1 Kota Semarang kembali bertemu lagi dalam Mata Pelajaran IPS Kelas VII yang diampu oleh  Bapak Mohkhamad Alimul Hakim, S.E, berikut kami berikan soal/tugas untuk mengasah pengetahuan kalian semua setelah membaca materi yang telah dibagikan, kalian bisa menjawab latihan soal melalui link di bawah  :

Perhatikan langkah-langkah mengerjakan soal di bawah:
👉🏻 klik link dibawah, kemudian  kalian akan diarahkan ke google form 👉🏻 baca perintah yang ada kemudian kerjakan soal dengan teliti 👉🏻 kalau sudah menyelesaikan cek kembali pekerjaan anda anda kemudian klik kirim, jangan lupa 👉🏻 cek nilai yang kamu dapatkan. Selamat Mengerjakan :) 


Buat anak-anak, Semangat Belajar IPS!!!

yang mau membaca/mendownload buku Mapel IPS klik disini 

JANGAN LUPA SELALU BELAJAR KAPANPUN DAN DIMANAPUN 😊
Continue reading Soal/Tugas Mapel IPS Bab 1 Kelas VII Tahun Pelajaran 20/21 MTsN 1 Kota Semarang

Manusia, Tempat, dan Lingkungan

Interaksi Antarruang

Manusia tinggal pada suatu ruang tertentu di permukaan  bumi. Masing-masing ruang memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan tempat lainnya.

Pernahkah kamu membuktikannya? Jika kamu pergi ke berbagai tempat cobalah perhatikan perbedaannya dengan tempat tinggal kamu saat ini.


Perhatikanlah keadaan alamnya, penduduk dan aktivitasnya, seni budayanya, dan lain-lain.

Apakah ada perbedaan dengan keadaan di tempat kamu tinggal saat ini?

Masing-masing tempat memiliki kondisi dan potensinya masing-masing. Tidak ada satu ruang pun yang mampu menyediakan segala kebutuhan penduduknya.

Karena itu, terjadilah saling tukar komoditas antartempat satu dengan tempat lainnya. Interaksi tersebut tidak hanya berupa komoditas, tetapi juga interaksi sosial, budaya, politik dan lain-lain


Apa itu ruang?

Setiap makhluk yang hidup di bumi ini memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Tanpa adanya ruang, maka manusia dan semua makhluk hidup tidak memiliki tempat untuk hidup.

Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal.

Ruang tidak hanya sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi (laut, sungai, dan danau) dan di bawah permukaan bumi (air tanah sampai kedalaman tertentu).

Ruang juga mencakup lapisan tanah dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan.

Berbagai organisme atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Dengan demikian, batas ruang dapat diartikan sebagai tempat dan unsur-unsur lainnya yang mempengaruhi kehidupan di permukaan bumi.

Setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah lainnya.

Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Karakteristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi.

Indonesia sebagai suatu wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya.

Dengan adanya perbedaan karakteristik ruang di permukaan bumi, maka setiap ruang dapat memiliki keterkaitan dengan ruang lainnya.


Apa itu interaksi antarruang?

Berbagai ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik yang khas tersebut dapat berupa tanah, batuan, tumbuhan, dan lain yang berbeda dengan tempat lainnya.

Mungkin saja ada satu atau beberapa komponen dari suatu ruang yang juga ditemukan di tempat lainnya, tetapi akan ada komponen lainnya yang berbeda.

Misalnya, jenis batuan di suatu tempat ditemukan di tempat lainnya tetapi jenis tumbuhannya berbeda.

Perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Contoh, wilayah pegunungan umumnya merupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan ikan laut.

Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan dan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan.

Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan.

Menurut Bintarto (1987), interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyi pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung.

Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

Interaksi dapat terjadi  dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional, dan lain-lain.

Interaksi dalam bentuk pergerakan manusia disebut mobilitas penduduk, interaksi melalui perpindahan gagasan dan informasi disebut komunikasi, sedangkan interksi melalui perpindahan barang atau energi disebut transportasi.

Interaksi tersebut terjadi jika ongkos untuk melakukan interaksi antar daerah asal dan tujuan lebih rendah dari keuntungan yang diperoleh.

Contohnya, seorang yang pergi ke tempat kerja karena penghasilannya mampu menutupi ongkos yang dikeluarkannya.

Apa saja syarat-syarat terjadinya?

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu saling melengkapi, kesempatan antara, dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan.


1. Saling melengkapi
Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya.

Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan.

Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan (surplus0, maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas perdanganan atau jual beli.


2. Kesempatan antara
Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan.

Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut.

Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan.

Karena Wilayah C jaraknya lebih dekat dan o
ngkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dan B melemah


3. Kemudahan transfer
Pengangkuran barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh.

Jika biaya tersebut telalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi.

Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan.

Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal.

Sebagai contoh, seorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui.

Akibatnya orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B.


Video Pembelajaran : Tema Ruang dan Interaksi Antarruang



            Bisa juga membaca/mendownload Buku Paket Mata Pelajaran IPS klik disini 
            Menonton Video Pembelajaran klik disini 
            Setelah membaca materi bisa mengerjakan soal latihan klik disini
Continue reading Manusia, Tempat, dan Lingkungan